BANDUNG I WMOL- Mengurus semua kebutuhan atlet, terutama soal transportasi, penginapan dan makanan, tentu bukan hal yang mudah. Sebagai koordinator hotel, itulah yang sehari-hari dilakukan oleh Arie Mustarie.
Ditemui di hotel Luxton Bandung, Rabu (16/6/2021), Arie mengutarakan kinerjanya sebagai satuan tugas yang mengkoordinator hotel. Di hotel Luxton, tempatnya menginap para atlet, pelatih dan manajer Pelatda NPCI Jawa Barat ke Peparnas XVI Papua, Arie memngurus semua kebutuhan dari enam cabang olahraga, masing-masing bulutangkis, catur,renang, tenis kursi roda dan tenis meja.
Kurang lebih ada 110 atlet,pelatih dan manajer yang harus dipenuhi kebutuhan sehari-harinya oleh Arie. “Alhamdulilah semuanya baik-baik saja. Lancar tidak ada kendala apa-apa,” ujar Arie. Menurutnya itu semua karena dilandasi oleh sikap kebersamaan. Kebersamaan untuk meraih yang terbaik di Peparnas Papua, November mendatang.
“Kami sudah saling mengenal satu sama lain. Ada semacam ikatan batin yang kuat. Mungkin karena itu, semua atlet,pelatih dan manajer yang menginap disini (hotel Luxton – Red) merasa nyaman. Mudah-mudahan hal ini menjadi awal yang baik untuk mencapai prestasi terbaik di Papua nanti,” tutur Arie.
Selama 1 X 24 jam Arie dituntut untuk selalu siaga guna mengantisipasi keinginan atau keluhan dari atlet, pelatih ataupun manajer. “Namun sejauh ini alhamdulilah tak ada keluhan. Kalau soal keinginan ya wajar-wajar saja kalau saya penuhi, misalnya soal variasi soal menu makanan,” kata Arie.
Arie yang dulu aktif sebagai mekanik di Badan Penyandang Olah Raga Cacat (BPOC) Kabupaten Ciamis ini bertekad memberi pelayanan terbaik untuk atlet,pelatih dan manajer Pelatda NPCI Jabar.
Harapannya, dengan memberi pelayanan terbaik bakal mewujudkan prestasi terbaik. Hal ini sejalan dengan keinginan Ketua Umum NPCI Jabar Supriyatna Gumilar untuk meraih prestasi terbaik di Peparnas Papua.
Pada kesempatan terpisah Supriyatna mengatakan, hingga saat ini pelaksanaan sentralisasi Pelatda Peparnas XVI Jabar sudah berjalan hampir satu tahun. Komposisi atlet sendiri masih promosi degradasi sebagai ajang kompetisi diantara para atlet disabilitas di Jabar.
Adapun untuk jumlah atlet, minimal 200 orang dan jumlah itu bisa bertambah atau berkurang sesuai dengan kebutuhan. Kalau jumlah kontingen yakni atlet, pelatih, hingga ofisial, minimal 350 orang.
“Pada bulan Juni, akan kita gelar seleksi akhir sehingga akan terbentuk komposisi tim inti di bulan Juli dan rencananya akan dikukuhkan langsung oleh Pak Gubernur,” ujar Supriyatna. (den)
Discussion about this post