ANKARA | WALIMEDIA.ID – Bagi sebagian orang, merayakan lebaran di Turki merupakan sebuah impian yang didambakan. Pasalnya negara timur tengah ini banyak sekali menyajikan keindahan dan ragam budaya di dalamnya, termasuk salah satunya tradisi atau budaya saat hari raya Idulfitri.
Bersama Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki, Ahmad Dhiyaul Haq, membagikan momen hari lebarannya di Turki.
Melansir laman Muhammadiyah.or.id, diketahui Turki merupakan salah satu negara yang unik dimana selain keindahan, budaya di negara tersebut juga sangat kental dan terasa kemeriahannya terutama dalam menyambut dan merayakan Idulfitri.
“Berbicara tradisi, di Turki juga ada tradisi seperti berkunjung ke rumah saudara. Terus tradisi berikutnya juga anak-anak di sini itu dikasih uang atau permen, kalau datang ke rumah-rumah yang dikunjungi pasti di mejanya terdapat hidangan manis seperti baklava, kue kering, dan paling banyak itu permen,”tuturnya.
Merasakan Idulfitri di tanah rantau selama 3 tahun, Dhiyaul tentu memiliki kesan tersendiri dalam merayakan Idulfitri di Turki. Ia mengungkap bahwa di negara tersebut jika ingin merasakan Idulfitri yang lebih meriah, cenderung berada di masjid-masjid besar, salah satu contohnya adalah di masjid Hagia Sophia.
Kemudian selain keunikan dari sisi hidangan lebaran dan perayaan, Dhiyaul juga menyebut bahwa terdapat hal unik lainnya dari segi pelaksanaan salat dan suasana di dalam kota khususnya di Istanbul, Turki.
Dhiyaul juga menyebut bahwa kondisi kota Istanbul saat hari raya cenderung ramai, dimana banyak transportasi yang ada di kota dan juga berbagai toko makanan ataupun tempat wisata tetap buka di waktu tersebut.
Persiapan PCIM Turki dalam Menyambut Idulfitri
Lebih lanjut, PCIM Turki juga turut mempersiapkan perayaan Idulfitri dengan penuh suka cita. Dhiyaul mengungkap bahwa biasanya masyarakat muslim Indonesia ada yang merayakan Idulfitri di KJRI Istanbul dan juga di Ankara tepatnya di KBRI Ankara.
PCIM Turki juga turut membuat sebuah video tutorial salat Id di Turki. Hal ini merupakan sebuah respon dari PCIM karena terdapat perbedaan mazhab antara muslim di Indonesia dan di Turki.
“Kalau di Turki sendiri memakai Mazhab Hanafi, maka dari itu kami dari PCIM mencoba membuat sebuah video tutorial tata cara salat Id di Turki sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat yang memang belum memahami tata cara salatnya,” imbuh Dhiyaul.
Perayaan Idulfitri di Turki memang memiliki banyak keunikan yang membedakannya dari perayaan di Indonesia. Tradisi khas, hidangan istimewa, serta suasana masjid dan kota yang meriah menjadikan Idulfitri di negeri dua benua ini sebagai pengalaman yang tak terlupakan. (*)
Discussion about this post