BANDUNG I WALIMEDIA – Memegang amanah di dua jabatan penting bagi Arief Prayitno adalah hal biasa. Dan hal itu dijalaninya dengan santai tapi serius. Di kepengurusan KONI Jabar yang sekarang, Arief Prayitno duduk sebagai Ketua Harian. Sementara di Pengprov Porlasi Jabar, pensiunan Jenderal bintang satu ini menjabat sebagai Ketua Umum.
Ihwal pengaturan waktu, Arief mengaku tak mendapat kesulitan berarti karena masing-masing sudah ada schedulnya.
“Ya, schedul di KONI Jabar seperti apa , di Porlasi seperti apa saya sudah paham betul. Di Porlasi itu sudah dibentuk tim pelatih dan atlet. Latar belakang saya di TNI diterapkan di olahraga yaitu sportifitas dan adanya keterbukaan,” ujar Arief dalam kesempatan berbincang, Jumat (9/6/2023).
Menurutnya, perbedaan di Militer dan olahraga itu berbeda.
“Di militer itu instruksional sementara di olahraga cenderung lebih mengayomi. Atlet dan pelatih itu beragam latar belakang. Dengan demikian untuk mendekatinyapun tentu tidak bisa sama,” ujar Arief.
Membentuk tim pelatih
Arief mengatakan, langkah awal setelah pengukuhan tim Pelatda PON XXI/2024 oleh Gubernur Jabar, adalah membentuk tim pelatih. Kemudian atlet hasil Selekda layar beberapa waktu lalu akan dipanggil kembali, jumlahnya 22 atlet darii 18 nomor. 22 atlet ini adalah yang diakomodir KONI Jabar.
“Cabor layar ini diberi peluang 1 nomor 2 orang, maka kekurangannya itu saya inisiatif sendiri dengan mengambil dari cadangan. Sistem promosi degradasi masih berlaku antara yang inti dan cadangan. Karena jarak rivalitas ini tipis sehingga yang cadangan bisa saja naik ke formasi inti,” ungkap Arief.
Waktu 75 hari yang diberikan KONI akan dimanfaatkan Porlasi Jabar untuk betul betul memilih dan mengambil atlet untuk BK PON. Arief Berharap semua atlet layar bisa ketarik ke BK yaitu 22 atlet ditambah 8 atlet sehingga 1 nomor bisa diambil oleh 2 atlet.
“Oleh karena BK layar akan digelar di Ancol maka saya mengambil inisiatif Pelatda PON akan mengambil tempat di Ancol juga. Nanti akan ada nomor-nomor baru seperti nomor Optimis, nomor ini dibatasi dengan usia. Nah atlet nomor Optimis yang berlaga di PON Papua, usianya sudah tidak bisa main di nomor Optimis PoN Aceh-Sumut, sehingga mengambil atlet yang baru dan atlet yang lama naik kelas di nomor yang lain,” papar Arief.
Dukungan KONI Jabar
Adapun rekrutmen yang dilakukan Porlasi, yang pertama Porprov dan yang kedua Kejurda atau Selekda yang baru berlangsung di Ancol .
“Nah dari dua moment ini kami melihat ada potensi atlet muda. Kami berharap dalam waktu 75 hari menjelang BK atlet-atlet muda tersebut sudah mampu memperlihatkan kemampaunnya,” kata Arief.
Disinggung soal target Arief belum mau membicarakannya, karena hal tersebut menurutnya terlalu dini.
“Mungkin soal target perolehan emas di PON bisa tergambar setelah selesai pelatda. Tapi tekad kami tetap untuk PON 2024 Porlasi Jabar harus tampil sebaik mungkin dan harus dapat medali emas. Adapun rival terberat akan datang dari Kalimantan Timur karena Kaltim dari sisi anggaran dan peralatan sudah sangat mempuni, kemudian kepulauan Riau dan Jawa Timur,” ujarnya.
Soal anggaran yang dikucurkan Pemprov Jabar, bagi Porlasi sebenarnya tidak ada masalah, karena sejauh ini KONi Jabar selalu mendukung.
“Kita meminta perahu untuk nomor IQ foil pun didukung KONI Jabar dan Insya Allah akan segera terealisasi. Mudah-mudahan anggaran untuk tahun depan bisa meningkat dan memenuhi harapan kita untuk mencapai hattrick di PON 2024,” tegas Arief. (den)
Discussion about this post