Logo BeritaKini
bolt Terkini
Darurat Sampah Kota Bandung Jadi Isu Nasional: ASN hingga Lurah Wajib Turun Lapangan Bersihkan Sampah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(Foto: humas)
PEMERINTAHAN

Darurat Sampah Kota Bandung Jadi Isu Nasional: ASN hingga Lurah Wajib Turun Lapangan Bersihkan Sampah

person

Wartawan

Redaksi

Editor

Redaksi

Selasa, 14 April 2026 | 10:29 WIB


KOTA BANDUNG | WALIMEDIA.ID - Kondisi darurat sampah yang kini tengah dihadapi Kota Bandung tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga telah menjadi perhatian serius di tingkat nasional. 


Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memimpin apel penyerahan peralatan penanganan sampah kepada perwakilan camat sebagai upaya memperkuat respons di lapangan di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 13 April 2026.


Farhan memperkirakan, Kota Bandung mengalami kenaikan timbulan sampah hingga 20 persen meskipun angka tersebut masih bersifat sementara. Namun, dampaknya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Ini tanggung jawab kita semua. Tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Lingkungan Hidup. Semua harus bergerak,” tegasnya.


Sebagai langkah konkret, Farhan menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya camat dan lurah, untuk aktif terlibat dalam penanganan sampah di wilayah masing-masing. Ia juga mengumumkan gerakan “sapu-sapu kota” yang akan dimulai pada 19 April 2026.


Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap hari Minggu sejak pukul 04.00 pagi hingga selesai. Program tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja para penyapu jalan sekaligus memastikan kebersihan kota terjaga sejak dini hari.


Selain itu, Farhan juga memberikan peringatan tegas kepada petugas kebersihan dan pengawas di lapangan. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi ketat terhadap kinerja mereka.


“Jika tidak memenuhi standar kerja yang telah ditetapkan maka akan langsung diberhentikan,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Farhan menekankan peralatan yang diberikan hanyalah alat bantu, bukan solusi utama. Ia mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah dengan cara sederhana namun berdampak besar seperti membersihkan, memilah dan mengolah sampah.


Ia juga mengingatkan bahwa sesuai arahan nasional, seluruh sampah wajib dipilah sebelum diproses lebih lanjut, termasuk sebelum masuk ke fasilitas pengolahan seperti waste to energy.


“Tidak ada sampah yang bisa diolah tanpa dipilah. Jadi semua harus dimulai dari kita,” tuturnya.


Berikut Dukungan Sarana Prasarana yang Diperkuat


Untuk menunjang gerakan tersebut, Pemerintah Kota Bandung juga menyalurkan berbagai sarana dan prasarana persampahan melalui program Gaslah.


Sarana yang telah diserahkan meliputi:

Sarung tangan: 3.194 pasang

Sepatu boot: 1.597 pasang

Ember: 3.194 buah

Kaos: 1.597 buah


Sementara yang akan diserahkan (menunggu pengesahan anggaran):

Pushcart: 220 unit

Microphone/TOA: 1.597 unit

Jas hujan: 1.597 unit

Rompi: 1.597 unit

Timbangan gantung: 1.700 unit


Selain itu, pengadaan juga dilakukan melalui program Musrenbang dan pokok pikiran (pokir), dengan rincian:

Trolly 120 liter: 1.024 unit (755 Musrenbang, 29 pokir)

Timbangan duduk digital: 84 unit (81 Musrenbang, 3 pokir)

Gerobak: 465 unit (310 Musrenbang, 155 pokir)


Tiga kecamatan dengan pengajuan sarana prasarana terbanyak melalui Musrenbang adalah:

1. Kecamatan Cibeunying Kidul

2. Kecamatan Kiaracondong

3. Kecamatan Bojongloa Kidul


Adapun melalui pengadaan umum yang diberikan langsung kepada masyarakat berdasarkan surat permohonan, telah disalurkan sebagai berikut:

Trolly 120 liter: 240 unit

Gerobak: 60 unit. (red)


forum Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.