BANDUNG, walimedia.com – Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat, Iwan Hermawan mendukung rencana Pemerintah provinsi Jawa barat yang akan menggratiskan iuran bulanan SMA/SMK/SLB se-Jabar. Langkah tersebut dinilai akan mampu meringankan beban orang tua siswa dalam biaya pendidikan.
Menurutnya, untuk menggratiskan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), pemerintah perlu mengeluarkan sekitar Rp 778 miliar. Saat ini, rata-rata SPP yang dikeluarkan siswa di daerah perkotaan antara Rp 200-500 ribu per bulan.
Hal tersebut, paparnya, terjadi di Kota Bandung, Depok, Bekasi, Bogor, dan lainnya. Untuk di daerah Pangandaran, Ciamis, dan Garut, biaya pendidikan yang harus dikeluarkan orang tua siswa berkisar antara Rp 75-150 ribu per bulan.
“Berdasarkan kajian FAGI, jika rencana ini dilaksanakan akan membantu sekolah-sekolah di daerah yang sekarang iuran bulanannya rata-rata hanya Rp 100.000 per siswa,” kata Iwan di Bandung, Senin (09/09/2019).
Namun begitu, Iwan menyebut sekolah juga harus mengurangi pemasukan yang mesti dibebankan kepada siswa tidak mampu, sehingga total pemasukan sekolah dari SPP sekitar 60%. Kondisi tersebut, tentunya membebani pihak sekolah dan siswa.
Jika iuran SPP SMA/SMK/SLB ditanggung Pemprov, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 778 miliar lebih. Dengan estimasi, ada tiga tipe besaran iuran SPP yang didasarkan atas klasterisasi, mulai dari Rp 150-200 ribu per siswa, sementara, beban siswa SLB sekitar Rp 500 ribu.
“Kami akan sangat memberikan apresiasi kepada bila program ini dilaksanakan, setidaknya sudah ada inisiatif baik dari pemprov meringankan biaya pendidikan bagi orang tua siswa,” kata dia.(yon)
Discussion about this post