BANDUNG, walimedia.com – Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jabar, Daddy Rohanady menilai biaya pencalonan untuk menjadi kepala daerah tergolong besar. Untuk itu, para kader Partai Gerindra yang ingin mencalonkan diri dalam Pilkada Serentak 2020 harus memiliki uang.
“Harus punya uang, dan kalau urusan uangnya kembali ke masing-masing,” ujar Daddy di Bandung, Jumat (18/10/2019).
Menurutnya, besaran biaya yang dibutuhkan memang relatif, sesuai aspek demografis dan geografis daerah. Sehingga, para calon kepala daerah harus mengetahui aspek yang perlu dikuasai, yakni faktor finansial maupun sosial.
Jika faktor sosial atau jaringan calon kepala daerah kuat, jelasnya, kebutuhan finansial atau biaya untuk Pilkada akan menjadi lebih sedikit. Akumulasi kedua faktor tersebut, dinilai Daddy mampu mereduksi pengeluaran.
“Kalau jaringan bagus, berbagai organisasi terjaring, cost-nya menjadi kecil walaupun ada uang bensin. Beda halnya yang sama sekali baru, terpaksa kesana kemari butuh ongkos,” kata dia.
Berdasarkan pengalaman pribadi, papar Daddy, dirinya hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 1 miliar untuk pencalonannya sebagai anggota dewan. Namun, kebutuhan Pilkada juga bisa lebih karena adanya Tim Sukses (Timses) yang membantu pembiayaan secara pribadi.
“Saya bisa bilang, cuma keluar satu miliar, tetapi secara keseluruhan mungkin mencapai 10 miliar karena tim sukses saya keluar uang sendiri yang bisa jadi saya gak tahu,” tuturnya.(yon)
Discussion about this post