KERTASARI | WALIMEDIA – Kehadiran Kampung Nila di kampung Joglo Desa Resmitinggal, kecamatan kertasari, Kabupaten Bandung membuat pengelolaan ternak ikan lebih lebih sistematis dan dapat meningkatkan taraf perekonomian warga.
Dulu, sebelum adanya Kampung Nila, pemilik ternak ikan nila hanya mampu panen sekali dalam setahunnya. Akan tetapi setelah menjadi program Pemerintah kabupaten Bandung, peternak bisa memanen nila sebanyak 3 kali dalam setahun.
“Dulu sebelum ada pengelola nila panen setiap rumah setiap 1 tahun sekali. Tapi sekarang sejak ada pengelola 4 bulan sekali panen nila,” ujar Taufik (43), Ketua Kelompok Peternak nila saat ditemui dirumahnya Kp. Joglo Rt 03 Rw 04 Desa Resmi tingal, Kecamatan Kertasari, Minggu (25/3/2021).
Menurut Taufik, sebetulnya Kelompok peternak nila di kampung Joglo sudah ada sejak tahun 2014. Namun istilah atau pemberian nama Kampung nila sendiri lahir dari program desa sejak 2019.
“Warga mengajukan istilah Kampung Nila ke desa, sebab disetiap rumah ada kolam. Di RW (rukun warga) 4 terdapat 115 KK (kepala keluarga) yang memiliki kolam ikan nila, ” jelas Taufiq.
Hadirnya Kampung Nila, kata Taufik, betul-betul membawa berkah bagi warga. Jalan desa yang semula jelek (rusak) kini mulus dengan menggunakan paving blok.
“Jadi pas awal didirikannya kampung nila pihak desa memberikan bibit nila sebanyak 9 kwintal yang disebar ke masyarakat. Kemudian ada perbaikan jalan juga. Cukup positif pengaruhnya untuk daerah kita,”jelas Taufik.
Saat ditanya soal pemasaran hasil ternak warga dikatakan Taufik, pemasaran masih berkisari di wilayah kabupaten Bandung. “Paling jauh ke wilayah kecamatan Pacet, sebab kita masih fokus di pemasaran kecamatan Kertasari,” pungkasnya. (Alv)
Discussion about this post