BANDUNG I WMOL – Persiapan tim karate Jawa Barat ke PON Papua sudah memasuki 99 persen. Sisanya 1 persen tinggal kesiapan mental, tinggal adu keberanian. Dan ini menyangku soal nyali.
“Yang satu persen ini sangat menentukan karena menyangkut mental. Siap atau enggak bertarung untuk memburu medali emas di Papua,” ujar pelatih Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jabar ke PON Papua. Yedih Lesmana di GOR Sasakawa, Komplek GOR Pajajaran Bandung, Senin (4/10/2021).
Menurut Yedih, menjelang hari H pelaksaan PON, tim karate Jabar masih tetap berlatih. Dirinya menepis soal rawan cedera anak asuhnya yang mungkin saja dialami.
“Memang kita masih berlatih tapi sifatnya maintenance, menjaga. Memang ada sparing-sparing tapi konteksnya tidak terlalu berat. Touch-touch ringanlah. Yang dibutuhkan reaksi, mobilitas, quikness. Reaksi kecepatan dan akurasi. Untuk strengh sudah dikurangi karena menjelang pertandingan grafiknya sudah menurun,” tutur Yedih.
Disinggung pesaing Jabar di PON nanti, Yedih mengatakan DKI, Sulsel, Sumut dan Jatim bakal menjadi pesaing kuat karateka Jabar.
“Meski demikian Jabar sudah siap dan bisa survive menghadapinya untuk merebut medali emas. Insya Allah kalau semuanya lancar kita bisa merebut 5 medali emas atau jumlah yang sama saat gelaran PON 2016,” ujar Yedih.
Adapun karateka Jabar yang akan tampil di PON Papua berjumlah 15 orang, terdiri dari putra 8 karateka dan putri 7 karateka. Dari 15 karateka tersebut, 7 diantaranya merupakan karateka dari TNI.
Hari ini, Selasa 5 Oktober, tim Karateka Jabar berangkat menuju Papua dari Bandara Cengkareng. Sementara pertandingan akan dimulai pada 11 s/d 14 Oktober di Jayapura. (den)
Discussion about this post