BANDUNG | WALIMEDIA – Setiap resesi atau krisis pasti memiliki tanda-tanda yang terbaca. Jika dicermati maka resesi terjadi secara berulang.
Demikian dikatakan Edi Witjara, Direktur Utama PT. INTI sekaligus Alumni Doktor Ilmu Manajemen (DIM) Universitas Padjadjaran (Unpad) saat menjadi pembicara pada perkuliahan perdana semester genap tahuan 2022/2023 Program Studi (prodi) DIM Unpad,Jum’at (24/2/2023).
“Kalau kita berkontemplasi berdasarkan histori dari resesi, resesi terjadi secara berulang dengan berbagai faktor penyebabnya. Misalkan pada tahun 1972 terjadi resesi karena rush. Pada tahun 1998 di Thailand terjadi karena merubah dari fix rate menjadi floating rate ataupun pada tahun 2008 terjadi karena gagal bayar perumahan di AS (Amerika Serikat),” kata Edi.
Kondisi krisis, kata Edi, seringkali terjadi diakibatkan perubahan nilai mata uang secara cepat yang mengakibatkan ada orang miskin mendadak, ataupun sebaliknya ada juga orang kaya yang mendadak jika memiliki valas.
Kondisi perekonomian dunia bisa dipastikan dipengaruhi oleh The FED ketika menaikan ataupun menurunkan suku bunga. Krisis ekonomi yang mungkin terjadi banyak dipengaruhi berbagai faktor diantaranya isu global terkait dengan krisis energi, Geopolitik dan juga krisis pangan. Kondisi perang di Ukraina dan kecaman China ke Amerika atas kedatangan ketua DPR Amerika ke Taiwan, hal tersebut menjadi isu geopolitik saat ini.
Berdasarkan hasil survei diberbagai negara, banyak negara global meyakini bahwa krisis ekonomi akan terjadi di Kuartal 1 dan negara di Asia Pasifik meyakini krisis akan terjadi di kuartal 3 dan 4.
Meskipun Indonesia memiliki kepercayaan untuk bertahan dalam krisis karena peluang Indonesia untuk masuk jurang krisis sekitar 3%. Sehingga Indonesia cukup optimis dalam menghadapi krisis yang mungkin terjadi.
Adanya krisis justru akan menaikan industri TIK karena berdasarkan global economy growth bahwa krisis yang terjadi akan diselesaikan dengan TIK. Seperti pemanfaatan robotic dan sistem informasi yang memberikan efisiensi dalam kegiatan bisnisnya. Meskipun saat ini banyak perusahaan teknologi yang melakukan PHK karyawanya untuk tetap sustain.
Kondisi perekonomian Indonesia berdasarkan proyeksi Bank Indonesia memiliki proyeksi pertumbuhan ekonomi antara 4,5% sampai dengan 5,5% dan target inflasi sebesar 3,011%. Meskipun cukup optimis pemerintah tidak boleh lengah akan isu krisis karena banyak negara di dunia meyakini krisis akan terjadi.
“Yang paling mempengaruhi isu krisis saat ini yang berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak yaitu isu energi. Sehingga saat ini kampus harus berkontibusi dalam riset khususnya dalam berbagai riset seperti konversi energi dan penggunaan energi yang sustain seperti penggunaan energi matahari,”katanya.
Kuliah perdana Prodi DIM Unpad merupakan kegiatan kampus yang diselenggarakan secara rutin di awal semester. Dan pada perkuliahan perdana dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 24 Februari 2023 lalu mengambil tema “Strategi Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Menghadapi Isu Resesi Global” dengan menghadirikan narasumber yaitu Dirut PT INTI sekaligus Alumni Prodi DIM Unpad Dr. Edi Witjara, ST, MH.,CMA. (*)
Discussion about this post