“….selalu ada harapan baru di setiap awal kepemimpinan, harapan ini harus dijawab dengan kerja keras dan cerdas”
———————————
Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) adalah organisasi kader dari salah satu ormas Islam yang memiliki sejarah panjang di negeri ini, yaitu Persatuan Islam (Persis). Di tahun 2023 Persis akan berusia genap satu abad. Di usia Persis menjelang 100 tahun ini, Persis sudah memberikan banyak hal untuk umat dan bangsa Indonesia. Organisasi ini dianggap salah satu organisasi pembaharu di Indonesia, yang ikut terlibat dalam pembaharuan pemikiran keislaman, dengan jargon kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah.
Selain fokus dengan agenda keumatan, Persis juga memberikan warna dalam kehidupan berbangsa. Misalnya, setiap tanggal 03 April kita memperingati Mosi Integral Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang digagas Mohammad Natsir, salah satu tokoh Persis yang berhasil menggalang semangat persatuan Indonesia di parlemen kala itu, keputusan politik yang mengubah kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat persatuan Islam menjelma jadi persatuan Indonesia.
Ormas Persis lahir di Jawa Barat, di provinsi inilah Persis tumbuh dan berkembang, bahkan Persis sempat menjadi magnet dan rujukan tokoh-tokoh besar yang tertarik dengan gagasan dan pemikiran yang dibawa Persis. Di masa awal berdirinya, Persis terbiasa dengan dialektika dan dinamika pemikiran yang berkembang di Indonesia, tradisi intelektual seperti menulis (dakwah bi al-kitabah) dan berdebat (mujadalah) menjadi ciri Persis saat itu. Tentunya semangat intelektual ini harus ditangkap dan dipelihara oleh generasi pelanjut Persis.
Di antara generasi pelanjut Persis, Hima Persis merupakan kawah candradimuka kader-kader intelektual Persis. Hima Persis harus mampu menangkap semangat Persis sekaligus mengambil peran strategis untuk umat dan bangsa ini. Sama halnya dengan organisasi induknya, Hima Persis lahir di Jawa Barat. Dari provinsi ini, Hima Persis menyebar ke provinsi-provinsi lainnya. Eksistensi Hima Persis ikut mewarnai gerakan kemahasiswaan di Indonesia.
Di Jawa Barat sendiri, Hima Persis merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pasang-surut gerakan mahasiswa. Kader-kadernya ditempa menjadi calon-calon pemimpin. Menisbahkan diri sebagai kader Ulul Albab yang mencoba konsisten sebagai gerakan intelektual. Meski begitu, kader-kader Hima Persis sudah berdiaspora ke berbagai bidang keahlian, bahkan mengisi ruang-ruang strategis. Di manapun kader Hima Persis berperan, semoga bisa dirasakan umat dan bangsa ini.
Khusus untuk Hima Persis Jawa Barat, regenerasi terus dilakukan dan estafeta kepemimpinan bersambung hingga enam generasi. Setiap generasi menghadapi tantangan yang berbeda. Hanya satu hal yang sama, yaitu perjuangan yang sama mewujudkan cita-cita dan visi besar organisasi. Terpilihnya Amirul Muttaqien dalam Musyawarah Wilayah VI Hima Persis Jawa Barat membawa optimisme baru, selalu ada harapan baru di setiap awal kepemimpinan, harapan ini harus dijawab dengan kerja keras dan cerdas. Selamat mengemban amanah dan sukses selalu untuk Hima Persis!
Ditulis oleh : Irwan Sholeh Amir, Alumni Hima Persis Jawa Barat, Ketua Umum PW GPII Jawa Barat 2018-2021.
Discussion about this post