KAB,BEKASI I WALIMEDIA – Ketua Umum NPCI Jawa Barat Supriatna Gumilar tiba-tiba murka. Ada semburat amarah dari raut mukanya. Nada bicaranyapun meledak-ledak . Ini tentu ada hal luar biasa dari sosok yang biasa full senyum ini.
Selidik punya selidik, sikap murka yang ditunjukkan Supriatna ternyata dipicu oleh kehadiran atlet normaL yang ikut bertanding di pentas Peparda VI Jabar/2022 yang kiwari sedang manggung di Kabupaten Bekasi..
Awalnya Supriatna berharap Peparda bisa berjalan normal tanpa hambatan, Namun nelakangan malah muncul beberapa persoalan. Dan ini fatalnya menyangkut ketidakjujuran daerah peserta. Pentas Peparda .jelas-jelas terkontaminasi lantaran banyak disusupi orang-orang yang tak bertanggungjawab. Ada banyak, atlet yang bukan disabilitas tampil disini.Koq bisa ya ?
“Semua orang meyakini, Peparda adalah kendaraan bagi disabilitas untuk berprestasi di dunia olahraga. Jadi maaf kata, buat yang normal pastinya tak boleh tampil. Tapi kenyataan koq malah bisa tampil. Bagi saya hal ini sangat menyinggung marwah NPCI Jabar,” ungkap Supriatna, di sesi jumpa pers di ruang Media Centre Kamis (24/11/2022).
Lantaran itulah dirinya akan terus berkeliling dengan intens untuk melacak keberadaan para atlet yang bukan disabilitas yang main di Peparda.
“Ini sudah menyangkut organisasi. Jadi janganlah coba-coba memancing ketegasan saya atau kendaraan disabilitas,”ujar Supriatna.
Bagi Supriatna, hal ini sangat tidak bisa di tolerir, karena itulah Supriatna yang didampingi sekretaris Umum NPCI Jawa Barat Agung Fajar Bayu Ajie dan Humas Surya Pragala akan bersikap tegas dengan membekukan NPCI Kabupaten dan Kota yang sangat tidak sportif ini.
“Jadi tolong sampaikan kepada NPC Kabupaten dan Kota Se-Jawa Barat. Saya tidak main-main. Dan jangan coba main-main dengan saya. Saya bekukan jika berani memainkan atlet non disabilitas. kepada NPC Kabupaten dan Kota saya tegaskan dan kepada para atlet yang sedang bertanding, untuk tidak ragu melaporkan lawan tandingnya jika dirasa ada kecurangan.” tegas Supriatna.
Menurut Supriatna, mereka yang bertanding di Peparda Jabar 2022 itu wajib mengikuti surat klasifikasi dari dokter lalu memiliki surat keabsahan. Jika tidak memiliki surat klasifikasi jelas itu tidak benar. Atlet Peparda VI Jabar 2022 harus menempuh prosedural itu. Jika tidak pihaknya akan mengambil tindakan tegas.
“Catat, saya akan turun langsung memantau jika ditemukan adanya kecurangan tersebut. Jangan sampai atlet normal bertanding di nondisabilitas. Masa tidak malu, tidak cacat tapi pura-pura cacat,. Nanti jadi.cacat benaran,” ujarnya. (den)
Discussion about this post