BANDUNG | WALIMEDIA – Tatkala banyak pedagang yang masih merayakan Idul Fitri, ternyata sebagian pedagang sudah berdagang untuk mengais rezeki. Mereka menyebutnya “surudan” atau memanfaatkan momentum di mana banyak yang tak berjualan untuk bisa mendapat keuntungan yang lebih besar dari biasanya walaupun mereka harus mengorbankan acara libur mereka.
Oha (56), pedagang sayuran di pasar tumpah jalan Ciroyom Barat, Kota Bandung mengatakan jika dirinya ingin memanfaatkan momentum tersebut guna mendapat keuntungan yang lebih. Apalagi di hari lebaran kali ini ia dan keluarga tidak mudik ke kampung halamannya. Maka ia pun untuk hal ini sengaja berbelanja ke Pasar Caringin sekitar pukul 21.00 WIB dan menjajakan sayuran di lapak milikya mulai pukul 23.00 WIb sampai pagi.
“Memang saya meniatkan pada tahun ini unuk segera berjualan usai Lebaran dengan harapan mendapatkan untung yang cukup besar karena banyak orang yang belum berjualan,” terangnya saat bertemu WMOL (16/5-2021) di tengah kesibukannya berjualan.
Menurut Oha, saat berjualan kemarin (Sabtu,15-5-2021) omzetnya mencapai angka dua juta rupiah dengan keuntungan kurang lebih 500-600 ribu rupiah. Namun masih katanya jika minggu ini belum mencapai angka tersebut tetapi setidaknya ada yang bisa ia dapatkan selama du ahari ini.
“Ya mau apa lagi kan terlalu lama diam di rumah juga taka da yang bisa dilakukan. Dengan berjualan, tentu saja bisa mendapat keuntungan. Jika ada lebih, lumayan bisa menutupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Oha, ayah dua anak ini yang saat itu berjualan didampingi sang isteri.
Senada dengan Oha, Deni (40), pedagang sayuran asal Sayati, Kabupaten Bandung yang berjualan di pasar tumpah Jalan Rajawali Timur, Kota Bandung mengatakan sebenarnya dia sehari-hari sebenarnya berjualan tahu Sumedang karena kakaknya yang biasa berjualan sayuran tidak dagang makanya ia memanfaatkan kesempatan itu. Terbukti pilihannya tidaklah salah. Dia mengatakan modal belanja yang ia keluarkan sebesar Rp 1.300.000,- dan kini yang ada di sakunya mencapai Rp 1.800.000,-.
” Ada untung 500.000,-. Alhamdulillah dua hari berjualan banyak pembeli dan itu imbas dari banyak para pedagang yang belum berjualan di tempat ini,” kata Deni yang berjualan labu siam, kacang Panjang, tomat dan juga buncis.
Deni sendiri yang tadinya berjualan bersama sang kakak tapi memilih untuk berjualan sendiri tahu Sumedang. Menurutnya, para pedagang akan normal kembali berjualan anatara Senin atau Selasa karena tanggal 16 Mei 2021 bagi m ereka yang memilih m udik akan Kembali sekitar dua hari itu.
“Tinggal pandai-pandainya para pedagang itu memilih memonetum ini yang kalua banyak orang bilang surudan. Alhamdulillah dua hari saya dapat untung yang terbilang lumayan,” tutur ayah empat anak ini yang juga berbelanja ke Pasar Caringin malam malam hari.
Sebaliknya Jajang (32) pedagang sayuran di Pasar tumpah Jalan Rajawali Timur, untuk momentum ini ia sengaja berbelanja hampir 6 juta rupiah namun penjualannya tiga hari in I hanya mencapai omzet 3-4 juta rupiah.
“Ada sih keuntungan tapi terbilang kecil dan yang jadi pikiran saya, belum balik modal makanya saya kejar target dulu agar Kembali modal dalam beberapa hari ini biar tidak mengalami kerugian. Ya setidaknya balik modal dulu sudah untung,” ujar lelaki yang selama Ramadhan rajin berjualan di tempat ini.
Tahun ini Jajang belum mudik karena ingin memanfaatkan momentum ini apalagi kampung halaman isterinya dekat di Ciparay-Majalaya. Karena ya ia berusaha menjual habis dulu sayuran yang telah dibelinya itu dan nanti kemudian mudik baru dilakukannya. “Sebelum mudik saya berharap hanya bisa menjual sayuran tersebut sebanyak-banyaknya agar bisa menambah bekal mudik,” tambahnya dalam kesempatan itu.
Tentu saja, memanfaatkan momentum saat para pedagang lain tidak berjualan adalah hal yang memungkinkan untuk menambah keuntungan setelah keuntungan lain yang didapat akhir Ramadhan lalu. Setidaknya ada bonus tertentu usai lebaran tahun ini.(deffy)
Discussion about this post