Logo BeritaKini
bolt Terkini
PEMERINTAHAN

Farhan Dorong Warga Bandung Naik Kelas, Pelatihan Kerja Disiapkan hingga Standar Global

R

Redaksi

Senin, 13 April 2026 | 19:40 WIB

Farhan Dorong Warga Bandung Naik Kelas, Pelatihan Kerja Disiapkan hingga Standar Global

WALIMEDIA | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi persaingan di pasar kerja.

Menurutnya, pelatihan yang diberikan disusun sesuai kebutuhan industri sehingga peserta memiliki keterampilan yang relevan dan peluang kerja yang lebih besar setelah menyelesaikan program.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja sehingga dapat meningkatkan kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak,” kata Farhan saat meluncurkan Program Padat Karya Tematik dan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Taman Saturnus, Kecamatan Rancasari, Senin (13/4/2026).

Pada tahun 2026, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung menyiapkan 27 paket pelatihan yang mencakup berbagai bidang keahlian. Beberapa program yang telah berjalan antara lain pelatihan pastry, food and beverage service, serta system analyst.

Tahap awal pelaksanaan program diikuti oleh 120 peserta yang menjalani pelatihan selama 27 hari kerja dengan total 200 jam pembelajaran. Selama proses tersebut, peserta akan mendapatkan materi teori dan praktik yang disesuaikan dengan standar kompetensi masing-masing bidang.

Sebagai bentuk pengakuan terhadap kemampuan yang dimiliki, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Farhan berharap program pelatihan kompetensi dapat berjalan beriringan dengan program padat karya sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam mengurangi angka pengangguran maupun meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan warga Bandung memiliki kesempatan berkembang dan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menjelaskan bahwa program pelatihan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam negeri, tetapi juga mempersiapkan peserta untuk menembus pasar kerja internasional.

Menurutnya, sejumlah negara masih membutuhkan tenaga kerja terampil, termasuk Jepang yang membuka peluang pada sektor perawatan, teknik, dan konstruksi.

“Kami melihat peluang kerja di luar negeri masih sangat besar. Karena itu peserta juga dipersiapkan agar mampu bersaing secara global,” katanya.

Yayan menambahkan, kemampuan berbahasa menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Oleh sebab itu, pelatihan bahasa turut dimasukkan ke dalam kurikulum program.

“Selain keterampilan teknis, kemampuan bahasa akan menjadi nilai tambah yang memperbesar peluang peserta untuk bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Program pelatihan berbasis kompetensi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 13 April hingga 20 Mei 2026 dan menjadi salah satu langkah nyata Pemkot Bandung dalam mencetak tenaga kerja yang profesional, tersertifikasi, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.


Bagikan Berita Ini