Logo BeritaKini
bolt Terkini
REGIONAL

FK3I Desak Hentikan Proyek Pembangunan PLTP Gunung Gede Pangrango

R

Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 | 10:21 WIB

FK3I Desak Hentikan Proyek Pembangunan PLTP Gunung Gede Pangrango


BANDUNG | WALIMEDIA.ID, - Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) mendesak pemerintah menghentikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Konservasi Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.


Selain dinilai masih minim kajian dan sosialiasi, proyek strategis nasional (PSN) tersebut juga berpotensi timbulnya gejolak sosial di tengah masyarakat. Apalagi pembangunan PLTP bukan pekerjaan yang mendesak atau terburu-buru. 


"Jika dilihat dari sisi kebijakan RUED (rencana umum energi daerah) dan RUEN (rencana umum energi nasional) pasokan energi listrik Tanah Air sudah surplus, " kata Dedi Kurniawan Ketua Umum FK3I Pusat dalam keerangan tertulisnya, Jum'at (29/5/2026).


"Kalau pandangan kami, orang awam, daripada di eksploitasi terus  mending simpan buat anak cucu kita," sambungnya.


Seperti yang diketahui, di provinsi Jawa Barat terdapat 4 lokasi yang sudah ditarget sebagai lokasi pembangunan PLTP Geotermal, selain Gunung Tamposan, Gunung Papandayan Barat dan Gunung Tampomas, juga di area Gunung Gede Pangrango. 


Hal lain yang menjadi sorotan FK3I sehingga menuntut penghentian sementara pembangunan PLTP Gunung Gede Pangrango, diantaranya juga soal kajian biodiversiti wilayah terdampak, rekayasa ekonomi, serta sosialisasi detail untuk menghindari terjadinya konflik dan politik adu domba antar warga.


Dijelaskan Dedi, dengan adanya proyek PLTP Gunung Gede Pangrango maka akan banyak pihak yang akan merasa terganggu.

 

"Karena disana ada lahan tempat  masyarakat  menggantungkan hidupnya, ada satwa dan tumbuhan liar yang juga tidak menutup kemungkinan terganggu akibat areal lokasi PLTP Gunung Gede Pangrango berdampak pada penebangan untuk kepentingan akses jalan, kantor dan titik titik eksplorasi," tandas Dedi.


"Maka dari itu FK3I meminta pemerintah segera menutup aktifitas sementara sampai rencana pembangunan dapat dipahami dan yang penting dinikmati hasilnya oleh masyarakat, bukan segelintir orang," tandasnya.


Dalam keterangan persnya, FK3I berencana membentuk membentuk tim pendampingan dan pengorganisiran bagi warga yang menolak proyek PLTP Gunung Gede Pangrango.


Hal itu dilakukan sebagai antisipasi adanya intimidasi terhadap warga oleh pihak-pihak tertentu. "Upaya pragmatis dengan mengerahkan ormas (organisasi kemasyarakatan) dan APH (aparat penegak hukum) agar proyek PLTP Gunung Gede Pangrango bukan hanya mendidik masyarakat melek pembangunan, malah justru akan menimbulkan antipati," pungkas Dedi.(red)


Bagikan Berita Ini