Redaksi
Kamis, 04 Juni 2026 | 12:46 WIB
BANDUNG | WALIMEDIA.ID, - Guru besar Semiotika Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Acep Iwan Saidi ikut mengomentari penangkapan mantan bos Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang diciduk aparat penegak hukum.
Sebagaimana diketahui, Dadan Hindayana dicokok petugas Kejaksaan Agung terkait dugaan tindak pidana korupsi program MBG (makan bergizi gratis) pada Selasa (2/6/2026).
Dengan uraian kata yang singkat tapi penuh makna, Prof. Acep Iwan Saidi atau akrab disapa Kang Ais ini juga mengungkap analisanya soal awal mula hingga terjadinya keracunan menu MBG.
Komentar Kang Ais terkait penangkapan eks Kepala BGN Dadan Hidayana ditulisnya di media sosial Instagram lewat akun pribadinya @acepiwansaidi Kamis (4/6/2026).
Dalam tulisan yang dipostingan di medsos itu, Kang Ais juga menyertakan tangkapan layar tayangan media terkait korupsi eks Kepala BGN.
Meski tidak secara spesifik membahas soal korupsi BGN, namun tulisan Prof Acep Iwan Saidi menyentil tentang kemungkinan awal mula terjadinya dugaan kasus keracunan hingga korupsi program MBG.
Berikut tulisan Prof Acep Iwan Saidi atau AIS yang ditulis ulang dobrak.co dari akun pribadinya.
"Seburuk-buruknya perut adalah perut. Sedikit makan adalah tanda kemuliaan akhlak, banyak makan adalah lawannya" tulis Kang Ais mengutip 2 hadis dari 2 perawi (penulis riwayat) berbeda, hadis riwayat At-Tarmidji dan Imam An-Nawawi.
"Begitulah, akhirnya kita tahu siapa sesungguhnya yang keracunan MBG. Mungkin pula program ini telah menjadi racun sejak di dalam pikiran. Wallahu a'lam," tandasnya.(red)