Redaksi
Sabtu, 01 November 2025 | 19:31 WIB
KABUPATEN PATI | WALIMEDIA.ID, – Sebanyak 244 mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada mengikuti prosesi wisuda kesarjanaan Tahun Akademik 2025/2026, pada Sabtu, (1/11/2025).
Mereka yang mengikuti prosesi Wisuda Sarjana ke-14 merupakan mahasiswa yang berasal dari 7 (tujuh) program studi.
Wakil Rektor I Bidang Akademik IPMAFA, Dr. A. Dimyati M, Ag resmi melepas para wisudawan.
Sementara Rektor IPMAFA, KH Abdul Ghoffarrozin MEd, dalam sambutannya mengatakan bahwa wisuda bukan merupakan akhir sebuah perjalanan, melainkan merupakan satu anak tangga dari panjangnya perjalanan.
“Wisuda ini bukan terminal terakhir. Ini hanya satu tangga dari perjalanan panjang,” ujar Gus Rozin, sapaan akrab Abdul Ghoffarrozin.
“Tantangan ke depan tidak mudah, namun di situlah kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.
Namun demikian, Gus Rozin menekankan pentingnya wisudawan memiliki jiwa optimisme dan ketangguhan, serta sentuhan nilai-nilai pesantren pasca kelulusan di tengah gempuran sosial-ekonomi yang penuh tantangan.
Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Agama
Suasana wisuda sarjana IPMAFA TA 2025/2026 semakin menarik dengan kehadiran Prof Dr Helmy Purwanto, seorang pakar metalurgi nasional.
Prof Helmy saat memberikan orasi ilmiahnya dengan tema “Menempa Peradaban: Integrasi Nilai Islam dan Budaya Nusantara dalam ilmu Metalurgi Modern” menyampaikan jika ilmu pengetahuan haru terintegrasi dengan nilai keagamaan.
“Ilmu pengetahuan tidak boleh lepas dari nilai-nilai agama,” jelas Prof. Helmy.
“Dalam Al-Qur’an kita temukan inspirasi sains dan teknologi — seperti kisah Nabi Dawud yang mengolah besi, atau Zulkarnain yang membangun tembok raksasa. Semua itu menunjukkan integrasi antara iman dan ilmu,” tambahnya.
Helmy meyakini bahwa teknologi yang berlandaskan moral dan spiritual akan melahirkan kemaslahatan bukan kehancuran.
“Kita menempa logam agar kuat, bukan untuk menyerang, tapi untuk melindungi. Begitu pula manusia yang berilmu — harus kokoh karena iman,” tambahnya. (huzni)