Redaksi
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:23 WIB
BANDUNG | WALIMEDIA.ID, - Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat akhirnya buka suara terkait tudingan manajemen tim sepak bola Bhayangkara Presisi Lampung FC yang dialamatkan kepada kapten rim Persib, Marc Klok.
Lewat keterangan resminya, PT PBB menyatakan mendukung penuh sikap Marc Klok yang menuntut manajemen Bhayangkara FC untuk meminta maaf atas tudingannya yang tidak benar tersebut.
"Sebagai klub sepakbola profesional, Persib senantiasa berdiri tegak dalam menjunjung tinggi nilai integritas, sportivitas, dan penghormatan terhadap keberagaman. Persib juga tidak mentolerir segala bentuk tindakan rasisme dalam kondisi apa pun.
Dalam keterangan resminya juga Persib menyatakan memiliki tanggung jawab untuk melindungi setiap anggota timnya.
"Dalam konteks ini, kami menyatakan dukungan penuh kepada kapten tim kami, Marc Klok, yang telah menyampaikan secara tegas bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan rasisme sebagaimana yang dituduhkan," bunyi pernyataan resmi manajemen Persib sebagaimana dikutip dari laman persib.co.id, Minggu (3 Mei 2026).
"Persib menegaskan bahwa setiap tuduhan serius harus didasarkan pada fakta dan bukti yang jelas. Oleh karena itu, kami mendorong agar proses yang berjalan dilakukan secara objektif, transparan, dan adil oleh pihak yang berwenang, " tandasnya.
Tudingan Tindakan Rasisme Bhayangkara FC
Sebelumnya, tudingan dugaan tindakan rasisme dilontarkan pihak Bhayangkara FC kepada Marc Klok seusai laga Super League 2025–2026 yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Kamis, 30 April 2026 lalu.
Lewat pernyataan resminya, Bhayangkara FC menyebutkan jika pemain strikernya Henry Doumbia telah menerima aksi rasis dari pemain Persib Marc Klok pada babak pertama laga.
Terkait dugaan aksi rasis yang diterima Henri Doumbia itu sudah diberitahukan kepada Wahyu Subo Seto sebagai kapten tim Bhayangkara FC.
Bahkan setelah adanya laporan dari Henri, setelah peluit akhir babak pertama dibunyikan, Wahyu Subo Seto pun sempat mendatangi Marc Klok.
Wahyu mendatangi Marc Klok sebagai upaya menkonfirmasi ucapan rasis sebagaimana disampaikan Henri Doumbia.
Namun karena upaya Wahyu tidak membuahkan hasil, akhirnya pihak Bhayangkara FC melaporkan aksi rasis Marc Klok kepada Match Commisioner (match com) yang bertugas di laga tersebut dan juga langsung bersurat kepada Komisi Disiplin (komdis) PSSI.
Klok: Give Me Ball Back, Bukan Black
Menanggapi tudingan yang dilontarkan Bhayangkara FC, gelandang Persib Marck Klok pun angkat bicara. Lewat pernyataan terbukanya, pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, ini membantah keras apa yang disampaikan manajemen Bhayangkara FC.
"Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya," tegas Marc Klok sebagaimana dikutip dari media sosial instagram.
"Selama hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme," sambungnya.
Terkait momen terjadinya dugaan tindakan rasisme sebagaimana dituduhkan pihak Bhayangkara FC, Klok menjelaskan jika ia sudah mengklarifikasi langsung kepada pihak Bhayangkara FC, termasuk kepada Henri Doumbia. Bahkan Henry juga sudah meminta maaf atas kesalahannya.
"Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas Give me ball back," kata Klok, Sabtu (2 Mei 2026).
"Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia (Henri Doumbia-red) meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata "black", " sambungnya.
Menurut Klok, Henri Doumbia sudah mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu juga rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengannya.
"Namun manajer mereka Sumadji yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya rasis, baik di lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. "Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini," imbuhnya Klok.
"Saya mengharapkan adanya permintaan maaf dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar," sebagaimana dalam postingan di akun resminya @marcklok.*(red)