Redaksi
Jumat, 14 November 2025 | 14:26 WIB
MALANG | WALIMEDIA.ID - Senyum hangat, dan
tepuk tangan meriah penonton menjadi saksi lahirnya bintang muda Kabupaten
Malang, Vanya Wijaya. Gadis cilik penuh talenta tersebut berhasil meraih gelar Roro
Cilik Kabupaten Malang Favorit 2025. Dengan suara merdunya dan pesona yang
memikat, Vanya bukan hanya memukau para juri, tetapi juga menghadirkan semangat
baru dalam pelestarian budaya daerah lewat karya lagunya berjudul “Penjaga
Budaya” di ajang Joko Roro Cilik Kabupaten Malang 2025 yang berlangsung di
kawasan wisata Andeman Boonpring, Turen pada Minggu (9/11/2025).
Vanya Wijaya mengatakan kepada awak media pada Jumat (14/11/2025), ia menuju panggung prestasi dimulai dari rasa ingin tahu sederhana. Ia pertama kali mengetahui tentang ajang Joko Roro Cilik Kabupaten Malang 2025 melalui media sosial dan sang ibu, yang kemudian mendorongnya untuk mencoba. Vanya, yang sejak kecil gemar tampil di panggung dan menyanyi, langsung tertarik karena ajang ini tak hanya menilai penampilan, tapi juga pengetahuan tentang budaya dan pariwisata daerah.
“Vanya ingin belajar lebih banyak
sekaligus ikut memperkenalkan keindahan Kabupaten Malang lewat cara yang
menyenangkan, yaitu melalui lagu-lagu Vanya,” ungkapnya dengan semangat khas
anak muda.
Ketertarikan itu pun menjadi
langkah awal bagi Vanya untuk lebih mengenal dan mencintai daerah asalnya. Menjadi
Roro Cilik tentu bukan perjalanan yang mudah. Dalam prosesnya, Vanya harus
menyeimbangkan waktu antara latihan, sekolah, dan persiapan tampil di berbagai
sesi kompetisi.
“Kadang capek dan gugup, tapi
karena ada dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman, semuanya jadi terasa
ringan dan menyenangkan,” ujarnya dengan senyum penuh ketulusan.
Namun di balik rasa lelah,
tersimpan banyak pengalaman berharga. Vanya belajar menari, berani berbicara di
depan umum, dan mengenal berbagai potensi wisata di Kabupaten Malang. Ia juga
menemukan banyak teman baru yang sama-sama mencintai budaya daerahnya,
menjadikan setiap langkahnya terasa lebih bermakna.
Dalam proses perjalanan menuju
grand final ajang tersebut, Vanya kembali merilis lagu berjudul Penjaga Budaya,
karya Rulli Aryanto. Lagu tersebut menjadi sorotan karena pesan kuatnya tentang
pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi. Bagi Vanya, lagu
tersebut bukan sekadar karya, melainkan sebuah panggilan hati untuk mencintai
tanah kelahirannya.
“Bagi Vanya, lagu Penjaga Budaya itu seperti pengingat bahwa kita semua, meskipun masih anak-anak, punya peran untuk menjaga dan mencintai budaya daerah kita sendiri,” tuturnya. Melalui lirik dan suaranya, Vanya ingin menanamkan kebanggaan terhadap Kabupaten Malang pada generasi muda lainnya.
Setelah sukses menyandang gelar Roro Cilik Favorit Kabupaten Malang 2025, Vanya tidak ingin berhenti di pencapaian tersebut. Ia ingin terus berkarya dan belajar, terutama dalam bidang musik dan kebudayaan.
“Semoga lagu ini bisa membuat banyak orang, terutama anak-anak,
semakin mencintai budaya daerah,” harapnya dengan penuh keyakinan.
Ke depan, Vanya berencana menulis
lagu-lagu baru yang bercerita tentang keindahan Kabupaten Malang. Ia juga ingin
aktif di berbagai kegiatan budaya dan sosial agar bisa menjadi contoh kecil
bahwa mencintai daerah bisa dimulai dari hal sederhana. Dengan semangatnya,
Vanya menjadi gambaran generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berakar pada
budaya.
Kesuksesan Vanya tentu tak lepas
dari dukungan keluarga. Sang ayah, Denny Wijaya, mengaku bangga dan terharu
melihat perjuangan putrinya. “Melihat perjuangan Vanya dari awal, belajar,
latihan, bahkan saat gugup di panggung, lalu akhirnya bisa berdiri percaya diri
sebagai Roro Cilik Favorit, itu rasanya luar biasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa proses
tersebut membentuk karakter anaknya menjadi lebih disiplin dan berani. “Saya
melihat bukan hanya hasilnya, tapi juga proses yang membuat dia tumbuh lebih
kuat dan tangguh. Anak yang mencintai budaya dan asalnya akan tumbuh dengan
karakter yang kuat,” ujar Denny penuh kebanggaan.
Sementara itu, sang ibu, Tri
Susiyamawati, juga turut berperan besar dalam mendampingi setiap langkah Vanya.
Ia mengaku tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara kegiatan lomba
dan tugas-tugas sekolah. “Kadang harus menenangkan dia saat lelah atau gugup.
Tapi saya selalu mengingatkan bahwa semua ini bagian dari perjalanan yang
indah,” kata Tri Susiyamawati lembut.
Untuk menjaga semangat sang
putri, Tri Susiyamawati berusaha menghadirkan suasana rumah yang menyenangkan
dan penuh dukungan. Ia percaya bahwa kebahagiaan adalah kunci dari semua
pencapaian. “Saya selalu menekankan bahwa prestasi bukan segalanya, yang
penting Vanya bahagia, tetap rendah hati, dan menikmati setiap prosesnya,”
tambahnya dengan senyum hangat.
Sebagai orang tua, Tri Susiyamawati memiliki harapan sederhana namun bermakna untuk masa depan putrinya. Ia ingin Vanya tetap menjadi anak yang baik, rendah hati, dan membawa nilai positif bagi sekitarnya.
“Kalau lewat musik dan budayanya dia bisa
menginspirasi anak-anak lain untuk bangga pada daerahnya, itu sudah lebih dari
cukup,” ujarnya.
Tri Susiyamawati juga berharap
Vanya terus tumbuh bukan hanya sebagai penyanyi atau Roro Cilik, tetapi juga
sebagai pribadi yang bermanfaat bagi Indonesia. Ia yakin bahwa cinta terhadap
budaya bisa menjadi fondasi yang kuat bagi generasi penerus bangsa.
Vanya Wijaya adalah pelajar asal
Kabupaten Malang yang dikenal memiliki kecintaan tinggi terhadap seni, musik,
dan budaya daerah. Sejak kecil, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan seni dan
tampil di berbagai acara lokal. Melalui lagu Penjaga Budaya, Vanya berkomitmen
untuk terus membawa pesan pelestarian budaya kepada generasi muda Indonesia.
Kemenangan Vanya Wijaya sebagai Roro
Cilik Kabupaten Malang Favorit 2025 bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan
simbol semangat baru bagi generasi muda pecinta budaya. Dengan suara merdunya
dan ketulusan hatinya, Vanya mengingatkan kita bahwa menjaga budaya bisa
dimulai dari langkah kecil dan dilakukan dengan penuh cinta. Dari panggung Kabupaten
Malang, suara kecil tersebut kini menggema membawa pesan besar: Cintai budaya,
cintai negeri.
(Dilaporkan
oleh Muhammad Fadhli)