Muhammad Fadhli
Rabu, 15 Juli 2026 | 19:59 WIB
JAKARTA | WALIMEDIA.ID – Dunia musik anak Indonesia kembali melahirkan talenta muda yang layak
mendapat perhatian. Amira Kim, penyanyi cilik asal Bekasi, terus menunjukkan
perkembangan artistik melalui karya-karya bertema kebangsaan yang diproduksi Senada
Digital Records, sekaligus menghadirkan warna segar bagi industri musik anak
Tanah Air.
Pada
konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Rabu (15/7/2026), Amira tampil
percaya diri saat berbagi cerita mengenai perjalanan bermusiknya. Di hadapan
media, siswi kelas 3 AIIS (Akhyar International Islamic School) tersebut
menunjukkan kedewasaan berpikir yang melampaui usianya ketika berbicara tentang
kecintaannya terhadap Indonesia.
Perjalanan
Amira Kim dimulai dari kecintaannya terhadap dunia musik sejak usia sangat
dini. Penyanyi bernama lengkap Amira Azzahra Kimberlite, kelahiran Bekasi, 7
November 2017, berhasil membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk
berkarya secara serius melalui dua single bertajuk "Makanan Nusantara
Juaranya" dan "Nusantara Indah".
"Bagi
saya, Indonesia adalah rumah yang sangat indah dan istimewa. Indonesia memiliki
banyak budaya, makanan, bahasa, dan tempat yang luar biasa. Melalui lagu-lagu
saya, saya ingin mengajak teman-teman seusia saya untuk bangga menjadi anak
Indonesia dan lebih mencintai budaya serta kekayaan negeri kita," ungkap
Amira Kim.
Pilihan
tema Nusantara pada kedua singlenya bukan sekadar konsep musikal, melainkan
menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan kepada generasi muda. Melalui
lagu-lagu tersebut, Amira berharap anak-anak Indonesia semakin mengenal budaya
bangsa sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang bangga terhadap identitas
nasional.
Meski
penampilannya di studio rekaman terlihat santai dan alami, Amira mengaku telah
melalui proses latihan yang panjang. Rutinitas latihan vokal, menghafal lirik,
mengatur pernapasan, hingga mengulang proses rekaman menjadi bagian penting
dalam membangun kualitas bernyanyinya.
"Banyak
orang melihat hasilnya saja, padahal di balik itu ada proses yang cukup
panjang. Saya sering berlatih vokal, menghafal lirik, belajar mengatur
pernapasan, dan mengulang rekaman jika hasilnya belum maksimal. Kadang saya
juga merasa lelah, tetapi karena saya sangat menyukai musik, semua proses itu
terasa menyenangkan dan membuat saya semakin percaya diri," tutur Amira.
Kesibukan
Amira juga terbilang luar biasa untuk anak seusianya. Selain menjalani
pendidikan formal, Amira mengikuti les mengaji, vokal, piano, drum, matematika,
drawing, gimnastik, ice skating, pottery, hingga bahasa Inggris. Seluruh
aktivitas tersebut dijalani tanpa mengurangi semangatnya sebagai seorang anak.
"Saya
selalu mencoba menikmati setiap kegiatan yang saya lakukan. Orang tua juga
membantu mengatur jadwal agar saya tetap punya waktu bermain dan beristirahat.
Saya percaya kalau kita melakukan sesuatu dengan hati yang senang, maka
semuanya akan terasa lebih ringan dan menyenangkan," katanya.
Ke
depan, Amira memiliki mimpi yang jauh lebih besar. Selain ingin terus
mengembangkan kemampuan vokal melalui lagu dalam berbagai bahasa, penyanyi
cilik tersebut juga bercita-cita memperkenalkan Indonesia di panggung musik
internasional.
"Saya
ingin terus belajar dan mencoba hal-hal baru dalam musik. Saya ingin
menyanyikan lagu dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris. Saya juga
bermimpi suatu hari nanti bisa tampil di panggung internasional dan
memperkenalkan Indonesia melalui lagu-lagu yang saya nyanyikan," ujar
Amira penuh semangat.
Bagi
Amira, perjalanan bermusik juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepada
anak-anak Indonesia agar tidak takut bermimpi. Semangat belajar, keberanian
mencoba, dan konsistensi menjadi nilai yang selalu ingin ia bagikan kepada
teman-teman sebayanya.
"Jangan
takut bermimpi dan jangan mudah menyerah. Kalau kita punya cita-cita, kita
harus rajin belajar, terus berlatih, dan berani mencoba. Tidak apa-apa jika
kita masih kecil, karena setiap mimpi besar selalu dimulai dari langkah
kecil," pesannya.
Perjalanan
Amira tentu tidak lepas dari dukungan keluarga. Sang ibu, Vera, mengungkapkan
bahwa ketertarikan Amira terhadap musik bermula sejak usia dua setengah tahun
ketika mengikuti kelas vokal di Purwacaraka sebagai aktivitas pengembangan
diri.
"Awalnya
hanya untuk mengisi kegiatan. Setelah rajin berlatih setiap pekan dan mulai
sering tampil di berbagai acara Purwacaraka saat berusia lima tahun, saya
melihat keberanian Amira di atas panggung serta bakatnya berkembang dengan
sangat baik. Dari situlah kami mulai yakin bahwa potensi tersebut layak
didukung secara serius," tutur Vera.
Menurut
Vera, tantangan terbesar bukan terletak pada padatnya jadwal sang putri,
melainkan menjaga keseimbangan antara pendidikan, pengembangan bakat, waktu
bermain, serta kesehatan mental. Keluarga selalu menempatkan kebahagiaan Amira
sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan.
"Kami
ingin Amira berkembang, tetapi juga tetap menikmati masa kecilnya. Karena itu
kami selalu mendengarkan keinginannya, menjaga kesehatan fisik dan mentalnya,
serta memastikan semua kegiatan dijalani dengan rasa senang, bukan karena
tekanan," jelas Vera.
Vera
juga menegaskan bahwa keluarga tidak pernah menjadikan popularitas sebagai
tujuan utama. Baginya, karakter yang baik akan menjadi bekal paling berharga
dibandingkan pencapaian apa pun di dunia hiburan.
"Prestasi
dan popularitas bukan tujuan utama. Kami berharap Amira tumbuh menjadi pribadi
yang baik, rendah hati, disiplin, serta mampu memberikan manfaat bagi orang
lain melalui karya-karyanya. Musik menjadi jalan untuk menyebarkan semangat
positif sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia,"
ungkapnya.
Di
balik perkembangan Amira, produser Tety Widiastuti melihat kualitas yang jarang
dimiliki penyanyi seusia Amira. Kemauan belajar, kemampuan menerima arahan,
serta perkembangan vokal yang konsisten menjadi modal besar untuk melangkah
lebih jauh.
"Saya
melihat kualitas paling menonjol dari Amira adalah kemauan belajarnya yang luar
biasa. Amira cepat menerima arahan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik
di setiap proses rekaman. Dengan pendampingan yang tepat serta karya berkualitas,
saya optimistis Amira memiliki peluang besar membawa nama Indonesia di tingkat
internasional," ujar Tety Widiastuti .
Sebagai
produser, Tety Widiastuti juga sengaja membangun identitas artistik Amira
melalui tema-tema Nusantara. Pendekatan tersebut dipilih agar karya Amira
memiliki karakter yang kuat sekaligus menjadi media edukasi budaya bagi
generasi muda.
"Identitas
yang kuat membuat seorang penyanyi memiliki ciri khas. Kami ingin menanamkan
rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak dini. Ke depan, nilai-nilai tersebut
tetap menjadi fondasi, sementara konsep musikal, visual, hingga tema lagu akan
berkembang mengikuti perjalanan Amira," jelasnya.
Tety
Widiastuti bahkan telah menyiapkan sejumlah tantangan kreatif untuk
proyek-proyek berikutnya. Eksplorasi lagu berbahasa Inggris, musik etnik
Indonesia, kolaborasi lintas genre, hingga pasar internasional menjadi bagian
dari peta perjalanan karier yang disusun secara bertahap.
"Kami
ingin Amira mengeksplorasi berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, sekaligus
memperkenalkan kekayaan musik daerah seperti Minang, Jawa, Sunda, dan daerah
lainnya dengan aransemen modern. Fokus utama kami adalah membangun fondasi yang
kuat terlebih dahulu sebelum melangkah ke pasar global," pungkas Tety
Widiastuti.
Dengan
fondasi keluarga yang kokoh, dukungan produser berpengalaman, serta semangat
belajar yang terus menyala, Amira Kim menunjukkan bahwa masa depan musik anak
Indonesia masih memiliki banyak harapan. Melalui setiap nada yang dinyanyikan,
Amira tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa pesan tentang
kecintaan terhadap budaya bangsa yang dapat menginspirasi generasi berikutnya.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)