BANDUNG | WALIMEDIA.ID - Pemerintah Kota Bandung menempatkan penguatan ekosistem ekonomi kreatif sebagai salah satu prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan daerah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, tugas pemerintah bukan menjadi pelaku usaha, melainkan memastikan ekosistem kreatif tumbuh sehat dan matang.
“Kami harus memberikan kesempatan seluas-luasnya termasuk akses terhadap venture capital kepada para pelaku ekonomi kreatif,” ujar Farhan.
Ia mengakui, jumlah pelaku kreatif di Bandung sangat besar, sehingga persaingan pun semakin ketat. Dalam kondisi tersebut, pemerintah harus menciptakan sistem kompetisi yang adil dan sehat.
Farhan menyebut kehadiran ruang-ruang kreatif menjadi indikator positif. Salah satu contoh adalah Pasar Kosambi yang kini berkembang sebagai referensi pelaku ekonomi kreatif.
Selain itu, kawasan seperti Jalan Trunojoyo dan sejumlah ruang kreatif lainnya turut memperkuat ekosistem kolaboratif di Kota Bandung.
Menurutnya, pemerintah berperan membuka akses pembiayaan, mempertemukan pelaku dengan investor, serta menjaga regulasi agar tidak mematikan inovasi.
Farhan juga menyebut pentingnya data dan efisiensi dalam membangun sektor ini agar kebijakan tepat sasaran.
Ia optimistis, dengan ekosistem yang sehat, ekonomi kreatif dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan Bandung sekaligus memperkuat identitas kota sebagai pusat kreativitas.
“Terpenting adalah persaingan yang seimbang dan kesempatan yang sama,” katanya. (red)
Investor Day 2026, Pemkot Bandung Buka Peluang Investasi di Berbagai Sektor
Ribuan Loker Menanti di Job Fair Future Connect 2026 Bandung Selatan
Bidik Wajah Baru Koperasi Indonesia, Wali Kota: Talenta adalah Tambang Emas Bandung
Begini Keseruan Nobar Piala Dunia di Celebes Creative Festival 2026 Parepare
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!