Logo BeritaKini
bolt Terkini
NASIONAL

Menkop Ferry Juliantono Kunjungi Pondok Pesantren Habib Rizieq Shihab

R

Redaksi

Jumat, 08 Mei 2026 | 13:48 WIB

Menkop Ferry Juliantono Kunjungi Pondok Pesantren Habib Rizieq Shihab


BOGOR | WALIMEDIA.ID, -Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri acara Multaqo Pengajian Guru-guru dan Ulama se-Jawa Barat yang digelar di Pondok Pesantren Alam Agrikultural milik Habib Rizieq Shihab (RHS), Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Kamis (7/5/2026). 


Kehadiran Menkop Ferry dalam kegiatan tersebut, untuk mendorong penguatan kemandirian ekonomi umat melalui pembentukan koperasi di lingkungan pesantren.


Saat melakukan kunjungan ke ponpes milik HRS, Menkop Ferry Juliantono sempat ziarah ke makam 6 korban peristiwa penembakan di kilometer (KM) 50 ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 


Menko Ferry bersama HRS sempat berdoa dan melihat-lihat mobil yang menjadi saksi tewasnya para santri asuhan HRS pada 7 Desember 2020 lalu.


Dari video yang diunggah akun @tn.official24 di media sosial Instagram, terlihat Menkop Ferry serius menyimak penjelasan HRS seputar peristiwa kelam yang kemudian dikenal dengan tragedi KM50 tersebut.


Sokoguru Perekonomian Nasional


Dalam sambutannya, Menkop Ferry Juliantono menekankan pentingnya mengembalikan peran koperasi sebagai ‘sokoguru’ atau tiang utama perekonomian nasional, sesuai amanat konstitusi dan cita-cita para pendiri bangsa. 


Ferry menilai, selama beberapa dekade terakhir, sistem ekonomi Indonesia terlalu didominasi oleh kekuatan pasar dan korporasi besar yang memicu ketimpangan.


"Presiden ingin supaya koperasi itu kembali seperti dulu dicita-citakan oleh para pemimpin bangsa. Negara harus hadir mengatur sistem ekonomi agar ada keadilan, dan koperasi adalah instrumen utamanya," ujar Menkop.


Ia juga menceritakan sejarah panjang koperasi yang dipelopori oleh tokoh-tokoh Islam seperti H.O.S. Cokroaminoto pada tahun 1913, yang membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan dalam koperasi sejalan dengan nilai-nilai pesantren.


Acara ini turut dihadiri oleh pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Alam Agrikultural, Habib Rizieq Shihab (HRS), serta jajaran ulama, asatidz, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat.


Akselarasi Koperasi Merah Putih


Menkop Ferry menjelaskan pemerintah saat ini tengah mengakselerasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 83.000 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.


Ia menjabarkan KDKMP dirancang untuk menjalankan tiga fungsi strategis. Pertama, menyalurkan kebutuhan pokok dan sarana produksi seperti pupuk dan benih langsung ke desa.


Kedua, menyerap dan menampung hasil produk masyarakat desa, baik pertanian maupun peternakan. Ketiga, menjadi kanal penyaluran bantuan pemerintah seperti Bansos dan BLT agar lebih tepat sasaran.


Secara khusus, Menkop mendorong Ponpes Alam Agrikultural dan ormas-ormas Islam lainnya untuk memperkuat Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Ia mencontohkan kesuksesan Kopontren Sidogiri dan Sunan Drajat yang telah mampu memiliki pabrik, pusat grosir, hingga sistem pembiayaan syariah yang besar.


Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), mengajak umat untuk tidak hanya menjadi nasabah perbankan syariah, tetapi mulai masuk ke sektor riil. Ia mendorong pesantren mulai memproduksi kebutuhan harian secara mandiri, mulai dari sabun, kecap, hingga saus, yang nantinya akan dipasarkan melalui jaringan gerai koperasi desa.


"Kita ingin membangun ekosistem bersama. Koperasi akan kita dampingi, kita bina, bahkan kita biayai melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir)," tegasnya.


HRS Dukung Hidupkan Ekonomi Berbasis Koperasi


Sementara Pendiri sekaligus Pengasuh Ponpes Alam Agrikultural, Habib Rizieq Shihab (HRS), memberikan dukungan penuh terhadap langkah Menkop Ferry Juliantono untuk menghidupkan kembali sistem ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.


HRS menilai bahwa koperasi merupakan satu-satunya jalan efektif untuk melawan hegemoni oligarki yang selama ini mendominasi pasar Indonesia.


HRS memaparkan sejarah besar Nabi Muhammad SAW saat melakukan terobosan ekonomi di Madinah untuk mematahkan dominasi pasar pihak tertentu kala itu. Ia menekankan bahwa Nabi membangun kemandirian ekonomi umat bukan melalui kekerasan, melainkan dengan membangun persatuan di masjid dan mempersaudarakan kaum Muhajirin serta Ansar dalam prinsip berbagi. 


"Persaudaraan itulah yang menjadi basis usaha bersama, yang sekarang kita kenal sebagai koperasi," ujar Habib Rizieq.(red)

Bagikan Berita Ini