OPINI | WALIMEDIA – Sungguh malang nasib pengungsi di Palestina, mereka yang kini bertahan hidup dengan bantuan dari UNRWA nampaknya akan semakin kesulitan setelah adanya penangguhan dana dari donatur.
United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in Near East (UNRWA) merupakan sebuah lembaga yang didirikan oleh PBB pada 8 Desember 1949 yang difungsikan sebagai badan operasional non politik yang bertanggung jawab atas kemanusiaan pengungsi Palestina.
Sayangnya, penangguhan dana dari donatur kepada UNRWA terjadi karena tuduhan Israel kepada staff UNRWA bahwa 12 staff mereka ikut serta dalam penyerangan yang dilakukan Hamas tanggal 7 Oktober 2023.
Direktur Komunikasi UNRWA menyatakan putus asa karna penangguhan tersebut, karena banyaknya warga Gaza yang bertahan hidup dengan bantuan dari UNRWA sedangkan kebutuhan kemanusiaan di Gaza makin meningkat. (bbc.com/30/01/2024)
Tidak hanya bantuan kemanusiaan, UNRWA juga menyediakan bantuan di bidang kesehatan dan pendidikan. Namun karena perubahan anggaran yang diberikan donatur maka akan menyulitkan lembaga internasional ini dalam memberikan bantuan.
Jika demikian bisa dikatakan bahwa dunia telah tutup mata atas apa yang telah terjadi di Palestina. Dunia bungkam atas hal keji yang dilakukan Israel di Palestina. Dunia hanya sebatas mengecam tidak bisa berbuat lebih. Bahkan perubahan anggaran ini terkesan dibiarkan begitu saja tanpa melihat banyaknya korban terutama anak anak yang tidak berdosa dan perempuan.
Hilangnya rasa kemanusiaan dunia membuktikan bahwa Hak Asasi Manusia hanya sekedar teori belaka. Manusia disibukkan dengan urusan pribadi masing-masing, individualis, terjebak gaya hidup hedonis lagi pragmatis. Miris, Sekat Nasionalisme juga membatasi sesama muslim untuk maksimal menolong.
Tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk palestina kecuali dengan sedikit sisihan harta dan do’a yang merupakan selemah-lemahnya iman. Jelaslah bagaimana sistem Kapitalisme merusak tatanan kehidupan. Ribuan bahkan jutaan nyawa kaum muslim hilang begitu saja.
Berbeda dengan sistem Islam yang sangat memerhatikan nyawa manusia. Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).
Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam. Islam sangat menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan termasuk kepada umat lain yang membutuhkan. Hal ini pernah dilakukan oleh khalifah Abdul Majid I ketika memberikan bantuan kepada Irlandia yang sedang ditimpa bencana kelaparan pada tahun 1847. Islam tidak melarang memberikan bantuan kepada orang yang beragama lain.
Namun sangat disayangkan pada hari ini banyak orang kafir yang secara terang terangan melakukan genosida kepada umat Islam. Pemimpin negri muslim pun hanya bisa mengecam tanpa berbuat apa apa.
Oleh karena itu, sudah seharusnya umat Islam bersatu dibawah satu kepemimpinan. Dengan begitu tidak ada lagi sekat antara umat Islam di berbagai dunia dengan umat Islam di Palestina, sehingga akan mudah menyalurkan bantuan tanpa mengharapkan bantuan dari UNRWA. Tidak hanya itu, bahkan dengan izin Allah Palestina akan terbebas dari kekejian yang dilakukan Israel. Wallahu a’lam bishawab.
Penulis : Zehra Hatun (Aktivis muslimah, Pemerhati Generasi) di Kabupaten Purwakarta
Discussion about this post