BANDUNG | WALIMEDIA.ID, - Industri sepatu Cibaduyut terus melahirkan pelaku usaha kreatif yang mampu bersaing di tengah gempuran produk impor. Salah satunya adalah Vinedrip Masterpiece, merek footwear lokal asal Cibaduyut yang sukses berkembang dari usaha produksi menjadi brand mandiri dengan pasar hingga mancanegara.
Founder dan Owner Vinedrip Masterpiece, Rivelno Khirzan mengungkapkan, perjalanan bisnisnya dimulai sebagai vendor produksi footwear tanpa memiliki merek sendiri. Berbekal pengalaman selama bertahun-tahun di industri alas kaki, ia bersama tim akhirnya memutuskan membangun identitas merek sendiri.
“Kami memulai sebagai vendor footwear. Setelah pengalaman dan mental kami cukup matang kami memberanikan diri membangun Vinedrip Masterpiece. Alhamdulillah, dalam dua tahun terakhir perkembangannya cukup baik,” kata Rivelno kepada Humas Bandung di Jalan Cibaduyut Kota Bandung, Kamis 2 Juli 2026.
Meski brand Vinedrip Masterpiece baru berdiri sekitar dua tahun, Rivelno mengaku telah berkecimpung di industri sepatu sejak 2020 atau memasuki tahun keenam.
Menurutnya, lahirnya Vinedrip Masterpiece juga menjadi bagian dari upaya mengangkat kembali citra Cibaduyut sebagai sentra sepatu berkualitas.
Ia menilai masih banyak anggapan bahwa produk impor lebih unggul. Padahal, pelaku UMKM Cibaduyut juga mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang kompetitif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa produk Cibaduyut bisa tampil profesional dan berkualitas. Karena itu kami membangun Vinedrip Masterpiece dan mengembangkan Vinedrip Lab sebagai lini premium dengan material yang lebih eksklusif,” ujarnya.
Vinedrip Masterpiece membagi pasar ke dalam dua segmen. Produk dengan harga di bawah Rp200 ribu dipasarkan melalui marketplace, sementara lini premium Vinedrip Lab dipasarkan melalui website dengan kisaran harga mulai Rp500 ribu menggunakan material kulit asli.
Desain yang diusung pun mengedepankan konsep kasual dan uniseks sehingga dapat digunakan berbagai kalangan, mulai dari generasi muda hingga orang dewasa.
“Untuk desain kita buat konsep kasual dan uniseks biar bisa dipake di semua kalangan jadi gak terpatok di satu generasi,” tuturnya. (red)
Komunitas 'Not So Morning Club' Jadi Ruang Bertemu dan Bergerak Bersama
Antusiasnya Gen Z Hadiri Festival Literasi Kota Bandung 2026
Local Pride, Vinedrip Masterpiece Racik Sepatu Lokal dengan Sentuhan Modern
Seorang MC Harus Miliki Karakter dan Nilai Kejujuran
Duta Baca Bandung 2026: Dari Ajang Literasi Menuju Gerakan Mencerdaskan Masyarakat
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!