Redaksi
Kamis, 18 Juni 2026 | 21:13 WIB
KUNINGAN | WALIMEDIA.ID - Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah warga di area Kantor Bupati Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu, (17/6) menjadi sorotan publik.
Pasalnya saat menggelar aksi peserta mengenakan celana dalam di kepalanya sebagai simbol protes atas dugaan perilaku tidak bermoral atau amoral para oknum pejabat.
Aksi unjuk rasa tersebut digelar setelah muncul dugaan perselingkuhan di kalangan pejabat pemerintah daerah Kuningan hingga memicu kekhawatiran warga.
Dalam unggahan Instagram @kuninganmass, pada Rabu, 17 Juni 2026, aksi nyentrik itu dilaporkan telah diikuti oleh sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Anti Penindasan (KORAKAP) Kuningan.
"Aksi bertajuk 'Aksi Damai Seribu Cangcut, Pejabat Kuningan Darurat Moral' itu, mereka menyoroti dugaan tindakan amoral pejabat," tulis postingan tersebut.
Lantas, apa saja poin-poin tuntutan massa aksi di Kantor Bupati Kuningan tersebut? Berikut ulasannya.
5 Pejabat Diminta Turun Jabatan
Koordinator aksi, Dadang Abdullah menuturkan, terdapat 5 orang yang diduga terlibat dalam kasus ini.
Hal tersebut, mulai dari ASN hingga pejabat tinggi, dengan sejumlah dokumen dan bukti yang akan disampaikan langsung kepada Bupati Kuningan.
"Di sini saya (catat) ada 5 orang, termasuk pejabat tinggi di Kuningan," kata Dadang dalam orasinya.
"Saya minta Pak Bupati hadir dan memanggil oknum-oknum pejabat itu di depan kita. Kalau terbukti, saya minta Pak Bupati pecat dan turunkan jabatannya," tegasnya.
Tak Rela Pajak Diurus Pejabat Mesum
Dalam orasinya, Dadang menilai dugaan perilaku amoral yang dilakukan pejabat publik berpotensi berdampak pada pelayanan.
Terkhusus, terkait penggunaan anggaran pemerintah daerah yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.
"Yang namanya pejabat publik melakukan perbuatan amoral, nantinya bisa berimbas kepada masyarakat," jelasnya.
"Jangan seenaknya, mereka itu digaji dari uang rakyat dan pajak masyarakat," tegas Dadang.
Saat aksi berlangsung, massa meminta agar Bupati Kuningan turun langsung menemui mereka.
Ancam Bawa Jumlah Massa Lebih Besar
Dadang memastikan, pihaknya mengancam akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak direspons.
"Kalau Pak Bupati hari ini tidak hadir, saya pastikan minggu depan akan melakukan aksi yang lebih besar lagi sampai Pak Bupati hadir menerima kami," ujar Dadang.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai atribut dan melakukan aksi simbolik dengan mengangkat celana dalam sebagai bentuk sindiran terhadap oknum pejabat mesum.(red)